SELAMAT DATANG DI LENTERA HKI UNIVERSITAS RAHARJA

 
 

Assoc. Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja, M.T.I., MM., SMIEEE

Salam Pribadi Raharja,

Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani persetujuan pembentukan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO) dan perjanjian mengenai aspek-aspek perdagangan yang terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual (Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) sebagai salah satu lampirannya. Perkembangan teknologi, industri, dan perdagangan yang semakin pesat, diperlukan usulan pengurusan paten terhadap hasil karya Teknologi yang telah dihasilkan dengan merujuk kepada undang-undang paten yang dapat memberikan pelindungan yang wajar bagi inventori. Selain itu, undang-undang inventor juga diperlukan dalam rangka menciptakan iklim persaingan usaha yang jujur dan memperhatikan kepentingan masyarakat pada umumnya.Indonesia telah meratifikasinya melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Pasca ratifikasi WTO/TRIPs Agreement, bidang-bidang HKI yang telah diatur dalam undang undang pasca TRIPs Agreement, adalah: Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, Indikasi geografis dan indikasi asal termasuk juga diatur dalam undang-undang ini. Hasil dari penyesuaian dengan TRIPs Agreement ternyata belum sesuai dengan kebutuhan Indonesia, terdapat beberapa prinsip yang bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan belum mampu melindungi kepentingan nasional Indonesia. Mengenai kemanfaatan sebuah Paten, perlu ditanamkan adalah bahwa Paten kita sekarang ini tidak cukup hanya granted akan tetapi harus bisa dipasarkan atau dapat diterapkan dalam industri. Selaras dengan maksud diatas, REC sebagai lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat di Perguruan Tinggi Raharja berupaya melindungi hasil karya teknologi yang telah dihasilkan dengan cara mendata dan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual Republik Indonesia agar mendapatkan perlindungan yang wajar bagi para peneliti sebagai Inventor terhadap hasil karya teknologi yang dihasilkan di lingkungan Perguruan Tinggi Raharja. Lentera HKI ini dibuat dengan maksud memberikan gambaran terhadap paten dengan status Granted atau masih dalam tahap proses usulan. di dalam Lentera HKI ini pun memuat prosedur pendaftaran paten, Dokumen Paten, Proses mendapatkan paten agar dapat memberikan gambaran menyeluruh serta lebih mudah dalam pengurusan paten bagi Pribadi Raharja yang ingin mendapatkan paten dari Dirjen HKI Republik Indonesia. Selamat Bekarya! Ketua REC

PARTNERSHIP